Manado, 23 Januari 2026. Majelis Umat Kristen Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (MUKI SULUT) sukses menggelar acara yang dikemas apik “BACIRITA AWAL TAON” yang dilaksanakan di Lt.3 Gedung “House of Blessing” Winangun Manado.
Acara ini menghadirkan tiga Pemantik diskusi yaitu Ketua Dewan Pengawas MUKI Sulut Ir. Marhany V.P Pua, M.A, Kaban Kesbangpol Sulut Johnny Suak, SE,MS.i, dan Gbl. Dr. Sonia Tampanguma, MTh.
Diawali dengan ucapan selamat datang oleh wakil bendahara MUKI Sulut Ferry Rambitan, SE dilanjutkan dengan Motivasi Firman Tuhan & Doa Syukur oleh Pdt. Dr. Christian Rawis MTh, biro hubungan Lintas Gereja MUKI Sulut. Kemudian sambutan dan pengantar diskusi oleh Ketua DPW MUKI Sulut Dr. Ir Dwight Mooddy Rondonuwu, ST,MT. yang menjelaskan acara “Bacirita Awal Tahun” merupakan program rutin DPW MUKI Sulut dalam program “DOA SYUKUR & DISKUSI AWAL TAHUN 2026”.
Pada tahun ini nama acaranya sengaja diberi sentuhan budaya lokal bahasa Manado yaitu “Bacirita” yang bermakna dua dimensi yaitu “bacirita deng Tuhan” melalui “doa syukur” dan “bacirita dengan sesama” yaitu “berdiskusi antara pengurus” MUKI dan stakeholder terkait.
Topik diskusi tahun ini mengangkat isu “Peran dan Tantangan Ormas MUKI Sulut dalam kehidupan masyarakat, gereja, bangsa dan negara Indonesia khususnya di Sulawesi Utara, tutur Rondonuwu yang juga Korprodi S1 Arsitektur FT Unsrat.
Kepada peserta Mooddy panggilan akrabnya, mengajak peserta diskusi untuk berkontribusi aktif, memberikan ide/gagasan kreatif dan implementatif sehingga diakhir diskusi melahirkan rekomendasi yang strategis baik di internal MUKI maupun bagi pihak pemerintah, gereja dan organisasi mitra MUKI lainnya. Acara bacirita semakin menarik ketika para narasumber sebagai pemantik diskusi secara bergiliran mengelaborasi topik diskusi dari perspektif masing-masing dimana Ir Hanny sebagai dewan pengawas menegaskan kembali esensi kehadiran ormas MUKI, regulasi yang harus diperhatikan dan berharap MUKI Sulut dapat terus eksis ditengah tantangan yang ada sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Selanjutnya kaban Johnny men”chalenge” eksistensi MUKI untuk menjadi ormas berbasis kristen yang terus menjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhinneka Tunggal Ika, yang berfungsi sebagai landasan, ideologi, dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk menjaga persatuan, keutuhan, serta mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Jadi MUKI Sulut harus menjadi ormas pelopor nilai-nilai kebangsaan dalam semangat “torang samua basudara” tegas Kaban. Selanjutnya Gbl. Dr. Sonia mewakili Kabid Urusan Agama Kristen Kemenag Sulut memaparkan keberadaan gereja-gereja di Sulut saat ini disertai informasi sejumlah masalah dan pergumulan gereja sambil berharap MUKI Sulut dapat memberikan pemikiran cerdas solutif pada Kemenag Sulut.
Selesai pemaparan para pemantik dilanjutkan dengan sesi “bacirita” yang dipandu Ir. Oldy Sambuaga ketua Biro OKK MUKI Sulut yang dengan kepiawaiannya berhasil memancing para peserta “bacirita” menyampaikan ide/gagasannya sehingga melahirkan program strategis yang mendorong MUKI Sulut di tahun 2026 ini untuk semakin bersinergis dan bermitra dengan Pemerintah, gereja dan masyarakat yang multikultural sehingga MUKI Sulut memberi dampak positif bagi Sulawesi Utara.
Acara ditutup dengan doa dan ucapan terima kasih Sekwil MUKI Sulut Pdt. Dr. Alfrets Daleno, MPd.K kemudian dilakukan foto bersama, jabat tangan dan diakhiri jamuan makan siang bersama.
MUKI DAMAI, MUKI JAYA (DMR)
Acara ini menghadirkan tiga Pemantik diskusi yaitu Ketua Dewan Pengawas MUKI Sulut Ir. Marhany V.P Pua, M.A, Kaban Kesbangpol Sulut Johnny Suak, SE,MS.i, dan Gbl. Dr. Sonia Tampanguma, MTh.